Selasa, 02 Juni 2015

polisi jaga ketat

Polisi Jaga Ketat Tempat Ibadah Tarekat Naqsabandiyah


MEDAN - Polisi melakukan penjagaan tempat ibadah Tarekat Naqsabandiyah di Desa Mekar Laras, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara (Sumut) usai diserang warga.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Helfi Assegaf mengatakan, saat ini situasi sudah aman terkendali dan sudah kondusif. Para jamaah Naqsabandiyah sudah meninggalkan tempat ibadahnya termasuk masyarakat sudah meninggakan lokasi. Sedangkan tempat ibadah itu saat ini dijaga ketat oleh petugas kepolisian.
"Walau demikian tempat ibadah jamaah Naqsabandiyah sesuai keinginan masyarakat dipasang police line dan dijaga polisi. Kami turunkan 15 anggota polres dan polsek, 10 anggota Koramil dan 10 anggota Pol PP menjaga standby di lokasi," jelas Helfi.
Menurut Helfi, ajaran tarekat Naqsabandiyah yang dipimpin Ustadz Ifsan Tarmizi Juhdi dari Propinsi Bengkulu pernah difatwakan sesat oleh MUI Kabupaten Batubara.
"Para jamaah telah meninggalkan lokasi dan kembali ke rumahnya masing-masing. Pihak kepolisian Polres Batu Bara akan mengundang pihak terkait untuk menyelesaikan permasalahan di Polres Batu Bara pada hari Kamis tanggal 4 Juli 2015," pungkas Helfi
Sebelumnya, jamaah Naqsabandiyah diserang ratusan warga di Desa Mekar Laras, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara (Sumut).
Informasi yang dihimpun, Selasa (2/6/2015) penyerangan itu terjadi lantaran warga menilai aliran Naqsabandiyah adalah sesat. Warga pun sempat melempar batu ke tempat ibadah itu dan merusaknya.
by.kancakita

bruce jenner

 Selasa, 2 Juni 2015 
Panas! Bruce Jenner berubah jadi wanita hot dalam mobil sport
Foto Bruce Jenner yang berubah jadi wanita di cover majalah Vanity Fair memang menggegerkan masyarakat dunia, khususnya Amerika Serikat. Ia tampil sangat cantik dan menawan dalam balutan korset putih satin yang menggoda.
Tapi ternyata, kostum pemotretan nggak hanya itu saja, lho. Lewat video yang diunggah Vanity Fair dan di-repost oleh Kendall Jenner, putri Bruce, terkuak bahwa Bruce Jenner alias Caitlyn juga mengenakan gaun hitam panjang yang anggun.
Dalam video yang ditujukan Kendall untuk mendukung transformasi gender yang dilakukan sang ayah, Caitlyn nampak sangat menawan dengan rambut panjang yang dikeriting. Tapi, yang lebih mengangetkan lagi, Caitlyn punya pose dan kostum yang lebih menantang.
Adalah putri tertua dalam klan Kardashian, Kourtney, yang mengunggah foto Caitlyn mengenakan dress mini berwarna merah. Ia berpose dengan hot di dalam mobil Porsche yang juga berwarna merah.
"Get the Porsche out the da*n garage. #Caitlyn," begitu tulisnya. Caption ini juga bisa berarti sebuah dukungan bagi Caitlyn untuk tak malu dengan identitasnya ini dan berani menunjukkannya di depan publik.
Sungguh, bisakah kalian mengenali wanita ramping dan menggoda di dalam Porsche ini? Awas gagal fokus, sebab dia adalah ayah Kendall dan Kylie Jenner!
by.kancakita

tergelincir pesawat garuda

Selasa, 2 Juni 2015
Hujan lebat, pesawat Garuda tergelincir saat mendarat di Makassar

 Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-618 tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Pukul 14.40 WITA. Saat melakukan pendaratan setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pesawat tergelincir dari landasan bandara Hasanuddin.

Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia Pujobroto membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, pesawat Garuda rute Jakarta-Makassar itu tergelincir karena cuaca buruk saat ingin mendarat.

"Tergelincir ketika setelah melakukan pendaratan dalam keadaan hujat lebat di bandara Sultan Hasanuddin, Makassar," kata Pujo dalam keterangannya, Selasa (2/6).

Namun demikian, dia memastikan jika seluruh penumpang dan awak pesawat yang berjumlah 144 orang selamat. Dia mengatakan, pesawat hanya tergelincir satu meter dari landasan pacu.

"144 Penumpang dan delapan crew pesawat tersebut berada dalam keadaan selamat dan keluar dari pesawat secara normal melalui tangga pesawat. Pesawat hanya bergeser sekitar satu meter dari pinggiran runway," terang dia.

Pesawat jenis Boeing 737-800NG PK-GFA tersebut diterbangkan oleh Pilot Kapten Nikodemus Elim, dan Kopilot Ida Fiqriah.

Saat ini Garuda Indonesia bekerjasama dengan DKUPPU, Otoritas Bandara dan Otoritas lainnya, sedang melaksanakan pemeriksaan lebih lanjut berkaitan dengan kejadian tersebut.
by.kancakita

uang palsu

 Selasa, 2 Juni 2015 
4 Polisi di Pekanbaru terlibat sindikat narkoba dan uang palsu
 Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Aries Syarief Hidayat berang dengan 4 polisi diduga terlibat sindikat narkotika jenis sabu-sabu di Pekanbaru. Dia pun berjanji akan memproses secara tegas para oknum itu setelah menjalani sidang kode etik kepolisian.

"Apapun pangkatnya akan kita libas. Pasti kita tindak tegas, sekalipun itu melibatkan anggota internal," tegas Aries dalam ekspos di Mapolresta Pekanbaru, didampingi Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo bersama Kasat Reserse Narkoba Polresta Kompol Iwan Lesmana Riza, Selasa (2/6).

Pria yang pernah bertugas di Datasemen Anti Teror 88 ini memastikan, empat oknum polisi yang terlibat termasuk anggota di kesatuannya akan diberi sanksi pemecatan atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

"Keempat oknum tersebut yakni Brigadir Tukiman (personel Satuan Sabhara Polresta Pekanbaru), Brigadir Beni (personel Unit Sabhara Polsek Pekanbaru Kota), Aiptu Indra (personel Sat Binmas Meranti) serta Bripka Asye Titon (personel Sat PJR RSDC Dit Lantas Polda Riau)," terangnya.

Sementara itu, kata Aries, jajaran satuan narkoba masih melakukan pengembangan dalam kasus yang juga menyeret dua warga sipil ini. Petugas masih mencari seorang pria yang diduga sebagai bos besar sindikat ini.

"Mereka ini merupakan sindikat besar di Pekanbaru dan sudah menjalankan bisnisnya sejak lama. Mereka menyuplai sabu melalui jalur Sumatera, di antaranya dari Aceh dan diselundupkan ke Medan lalu menuju Pekanbaru," papar Aries.

Selama beraksi, lanjut dia, para tersangka memiliki peran masing-masing. Ada sebagai penyuplai, pencari pembeli dan ada pengedar yang langsung bertransaksi dengan pengguna.

Sejauh ini, Polresta Pekanbaru masih menyelidiki keterlibatan oknum polisi lainnya. "Selain itu kita juga sedang mendalami adanya dugaan keterlibatan oknum kepolisian lainnya," tegas Aries.

Terkait uang palsu yang disita dari tersangka, Polresta juga masih menggali keterangan dari enam orang tersangka. "Temuan uang palsu akan kita gali lagi dan masih pengembangan. Ada sembilan lembar dengan nominal Rp 900.000," jawabnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 2 juncto 112 ayat 2 Undang Undang Nomor 35 tahun 2009. Dengan ancaman penjara 6 tahun maksimal hukuman 20 tahun penjara.

Sementara itu, Kasat Narkoba Kompol Iwan menjelaskan, para tersangka ditangkap di 4 lokasi berbeda. Dari para tersangka, di antaranya Brigadir Tukiman disita 6 paket sabu, satu timbangan, handphone, alat hisap, buku transaksi, dan uang hasil penjualan Rp 1,5 juta.

"Sedangkan dari tersangka ER disita barang bukti 3 paket sabu ukuran sedang. Kemudian Brigadir Beni dengan barang bukti 7 paket kecil sabu. Dari TE disita barang bukti 1 paket kecil sabu. Lalu, ditangkap Aiptu Indra sabu 1 kantong besar, 7 kantong kecil, 2 kantong sedang sabu," ulas Iwan.

Sementara, dari Bripka Asye Titon, disita barang bukti berupa 1 paket besar sabu, 2 paket kecil, 1 unit mobil Mazda pick up dan uang hasil penjualan.
by.kancakita

prj sepi

Selasa, 2 Juni 2015 
Salah seorang pengunjung Pesta Rakyat Jakarta (PRJ) tandingan di Parkir Timur Senayan, Junaedi, mendukung aksi para pedagang yang menuntut fasilitas memadai dari panitia PRJ. Hal itu terkait dengan pedagang yang sudah membayar sewa dengan nilai yang tidak sedikit.

"Ya, kan mereka semua bayar. Untuk satu stand saja berapa, bisa sampai Rp 5 jutaan. Ya wajarlah kalau demo, kan mereka yang bayar. Emang siapa kalau bukan mereka?" kata Junaedi pada merdeka.com, di Senayan, Jakarta Selatan, Selasa, (2/6).

Menanggapi antusias masyarakat terkait diadakannya PRJ di Senayan ini, Junaedi mengaku acara ini kurang ramai, baik stand yang ada maupun pengunjung yang datang.

"Namanya kan pesta rakyat, ya kurang meriah saja sih ini. Stand juga banyak yang kosong. Kurang meriahlah pokoknya," akunya sembari menggosok kalung akik yang baru dibelinya.

Namun demikian, dibandingkan dengan PRJ yang diadakan di Kemayoran atau JFK (Jakarta Fair Kemayoran), Junaedi lebih menikmati pesta rakyat yang berlokasi di parkir timur Senayan. Selain dekat dengan rumah, tidak ada biaya tiket masuknya. Sementara itu, Junaedi menegaskan bahwa PRJ di Senayan memang dikhususkan untuk rakyat kelas menengah ke bawah.

"Lebih dekat ke sinilah daripada ke sana (Kemayoran). Kan rumah di Ciputat. Lagipula di sini enggak pakai tiket masuk. Kalau di sini kan memang buat rakyat menengah ke bawah, bukan ke atas. Kalau yang di Kemayoran, iya (berbeda kelasnya)," tutupnya.
by.kancakita

itel gadungan

 Selasa, 2 Juni 2015 16:29
Ngaku Pamen Mabes Polri, pegawai leasing tipu Rp 500 Juta
 Muhammad Ramadhani (51) melakukan aksi penipuan dengan mengaku sebagai perwira menengah (Pamen) di lingkungan Mabes Polri. Dia mengaku sedang ditugaskan sebagai intel di Polda Jawa Timur.
Pria warga Jalan Ikan Piranha Blok I Nomor 28 Kelurahan Blimbing, Kota Malang itu mengaku bisa membantu menyelesaikan segala bentuk kasus hukum dengan memanfaatkan jaringan yang dimilikinya. Ramadhani yang sejatinya bekerja di sebuah leasing itu mensyaratkan biaya untuk menyelesaikan setiap kasus.
Tidak tanggung-tanggung, Ramadhani memasang tarif ratusan juta untuk setiap kasus yang ditanganinya. Selain itu, juga mengutip berbagai biaya yang jumlahnya juga tidak sedikit.
Korbannya, adalah Ma'mun Thoyib warga Singosari, Kabupaten Malang yang terkena bujuk rayu tersangka. Keluarga korban saat itu sedang tersandung kasus pemalsuan tanda tangan dalam akta jual beli tanah. Berharap kasusnya segera tuntas, korban meminta tolong pada tersangka.
"Saya bilang ada teman Pamen yang bisa membantu. Saya tawarkan Rp 100 Juta sampai kasus selesai, ada 4 kasus yang dihadapi Pak Makmun. Kesepakatannya Rp 365 Juta," aku Ramadhani di Mapolres Malang, Selasa (2/6).
Ramadhani mencatut beberapa nama teman di Mabes Polri yang bisa membantunya memperlancar setiap kasus yang ditanganinya. Agar bisa meyakinkan korbannya, tersangka juga mengajak Thoyib ke rumahnya di Banjararum, Kecamatan Singosari. Rumah itu dilengkapi dengan aneka atribut polisi yang membuat korban semakin percaya.
Selama proses hukum, Ramadhani mendampingi kasus tersebut sampai selesai. Beberapa kali dia sudah meminta biaya operasional yang jumlahnya sudah Rp 500 Juta.
"Tiga kasusnya masih banding. Uang itu untuk sewa mobil mengurus persidangan, dan lain-lain," kata lulusan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya itu.
Tetapi saudara Thoyib yang terlilit kasus tersebut akhirnya divonis satu tahun penjara, dari ancaman 4 tahun penjara. Kasus itupun sekarang dalam proses kasasi. Ramadhani yang semula menjanjikan vonis bebas ternyata hanya bualan saja.
Atas laporan Thoyib, pria yang mengaku sebagai aktivis di LSM Pusura itu diamankan, Minggu (31/5) lalu.
Kasatreskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat mengungkapkan tersangka mencatut sejumlah nama untuk melancarkan kasusnya. Berdasarkan keterangan pelapor, tersangka menggunakan gelar MH (master hukum).
"Tersangka dijerat dengan Pasal 372 dan 378 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan. Tersangka sebagai makelar kasus yang mengaku bisa menangani kasus, tetapi korban ternyata tidak dibantu sama sekali," katanya.
Ramadhani sendiri pernah dipenjara karena kasus penganiayaan pada 1997, saat masih duduk di Bangku SMA.
by.kancakita

golkar

 Selasa, 2 Juni 2015 16:3
Disuruh bubar polisi, Golkar kubu Agung tetap gelar Musda di Bali

 Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar kubu Agung Laksono akhirnya menggelar konsolidasi dengan menetapkan pengurus DPD pada tingkat kabupaten/kota di Provinsi Bali setelah pembukaan musda sempat tertunda karena Polda Bali menyatakan penyelenggaraan acara ini belum memiliki izin.

"Ini sah demi hukum. Tepat ini karena perintah Mahkamah Partai," kata Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Ancol, Jakarta, Agung Laksono, saat memberikan pengarahan kepada kadernya usai pelantikan pengurus DPD II di Kantor Sekretariat DPD I Partai Golkar di Kerobokan, Kabupaten Badung, dikutip dari Antara, Selasa (2/6).

Adanya permasalahan yang menyebabkan acara seremonial pembukaan Musda kabupaten/kota pada Selasa pagi di Hotel Aston Denpasar yang sedianya dibuka oleh Agung namun sempat tertunda, menurut dia, hal itu tidak perlu ditanggapi. "Kami maklum. Mungkin ada yang cemburu, tidak perlu dilayani," ucapnya.

Para Ketua DPD II kabupaten/kota di Bali dan kepengurusannya kemudian dilantik secara sederhana di gedung sekretariat setempat. Agung menjelaskan, pelaksanaan Musda itu sesuai dengan perintah Mahkamah Partai yang juga menempatkan dirinya selaku ketua umum versi Munas di Ancol, Jakarta.

Sementara itu kepada pengurus DPD II Golkar Bali yang baru dilantik, ia meminta para kader untuk melakukan konsolidasi, mengedepankan asas demokrasi dan mempersatukan partai yang berlambang pohon beringin itu.

"Jangan arogansi. Tidak menggunakan partai untuk kepentingan kelompok saja. Ini amanat kepada kami selaku tim penyelamat partai agar partai bisa ikut pilpres dan pileg. Utamakan Partai Golkar bersatu," imbaunya.

Sebelumnya, sempat terjadi ketegangan di arena Musda di Hotel Aston Denpasar dengan hadirnya ratusan orang dari organisasi kemasyarakatan tertentu yang menentang pelaksanaan pertemuan tersebut. Kelompok massa itu bahkan sempat mencabuti sejumlah spanduk Musda sehingga Polda Bali meminta panitia penyelenggara untuk meniadakan pelaksanaan pertemuan atas alasan keamanan.

Kapolda Bali, Irjen Pol Ronny F Sompie menuturkan, pembatalan acara ini lantaran tidak memungkinkan untuk diselenggarakan. Menurutnya, jika panitia ngotot menggelar Musda, maka hal itu akan menimbulkan banyak kerugian.

"Kita minta dibatalkan acaranya karena tidak memungkinkan. Apalagi dari kubu lain datang menghadang, situasi mulai memanas, ini langkah untuk menghindari chaos," kata Ronny, Selasa (2/6).

Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai Golkar versi Munas Ancol, Agung Laksono mengaku telah melayangkan surat izin untuk menggelar Musyawarah Daerah (Musda) kepada pihak kepolisian.

"Kita juga sudah izin kepada pihak kepolisian," kata Agung Laksono di Denpasar.

Dia mengakui jika sempat terjadi ketegangan menjelang pembukaan musda. Namun, baginya hal itu tak berarti apa-apa karena agenda Musda tetap berjalan.

"Tidak, semua daerah seperti ini (ricuh). Tapi Musda berjalan lancar, tertib dan menghasilkan keputusan. Tak masalah," kata dia.
by.kancakita